Alasan Kenapa Dokter Dokter Di Negara negara Maju “pelit” Kasih Obat ke Anak yang Sakit
Ini bukan tulisanku ya, Copas bebas saja karena ada kemanfaatan di dalamnya. Kalau misal ada yang tidak berkenan, silakan hubungi langsung ke email adityarohmani@yahoo.com
…………………………………..
Malik tergolek lemas. Matanya sayu. Bibirnya pecah-pecah. Wajahnya kian tirus. Di mataku ia berubah seperti anak dua tahun kurang gizi. Biasanya aku selalu mendengar celoteh dan tawanya di pagi hari. Kini tersenyum pun ia tak mau. Sesekali ia muntah. Dan setiap melihatnya muntah, hatiku …tergores-gores rasanya. Lambungnya diperas habis-habisan seumpama ampas kelapa yang tak lagi bisa mengeluarkan santan. Pedih sekali melihatnya terkaing-kaing seperti itu.
Waktu itu, belum sebulan aku tinggal di Belanda, dan putraku Malik terkena demam tinggi. Setelah tiga hari tak juga ada perbaikan aku membawanya ke huisart (dokter keluarga) kami, dokter Knol namanya.
“Just wait and see. Don’t forget to drink a lot. Mostly this is a viral infection.” kata dokter tua itu.
“Ha? Just wait and see? Apa dia nggak liat anakku dying begitu?” batinku meradang. Ya…ya…aku tahu sih masih sulit untuk menentukan diagnosa pada kasus demam tiga hari tanpa ada gejala lain. Tapi masak sih nggak diapa-apain. Dikasih obat juga enggak! Huh! Dokter Belanda memang keterlaluan! Aku betul-betul menahan kesal.
“Obat penurun panas Dok?” tanyaku lagi.
“Actually that is not necessary if the fever below 40 C.”
Miskin Rokok
Saya menyatakan bahwa hanya ada sedikit orang miskin di Indonesia, atau bahkan tidak ada orang miskin.
Kenapa?
Hal ini bisa saya simpulkan setelah membaca hasil survey dari salah satu LSM yang menyatakan bahwa ada 80% orang miskin yang merokok, dan kebutuhan akan rokok, menghabiskan 15-22% dari seluruh pendapatanya perbulan.
Nah, kalau Liqwina Hananto saja yang seorang perencana keuangan hanya membolehkan 40% penghasilan golongan menengah perbulan untuk kebutuhan akan hutang, ini mereka yang merokok menghabiskan 20% uang mereka untuk dibakar. Konyol.
Sang 24 Tahun -1
Kadang keinginaan akan bersenang-senang itu besar sekali. Maksudnya bersenang-senang disini adalah dalam artian hobi ya, ya jalan-jalan, naik gunung, traveling,dll. Apalagi mendengar cerita kawan tentang perjalananya backpackeran ke lombok, naik gunung rinjani, sampai puncak mahameru, rasanya seperti kebakaran jenggot karena kalah dalam pertarungan mencapai pencapaian-pencapaian hobi tersebut.
Itulah yang sedang aku alami sekarang, tidak mampu berbuat banyak, tidak mampu menyusul ketertinggalan atas pencapaian karena memang aku sudah memegang amanah yang jauh lebih berat. Istri dan seorang bidadari kecil yang membutuhkan kasih sayang seorang suami, seorang abi. Akulah sang 24 tahun, yang kebanyakan pemuda sedang merasakan gairah akan karir, gairah akan petulang cita-cita dan akademis yang melangit serta gairah akan asmara semu dalam pacaran-pacarannya.
Sang 24 Tahun -2
Tapi jangan sangka dengan tidak terpenuhinya pencapaian hobi-hobi itu aku jadi orang paling nelangsa sedunia karena nikah muda, lebih-lebih pada pengharapan pencapaian yang lebih. Pencapaian itu, akan selalu kupendam dalam-dalam di hatiku, untuk menjadi bara dalam sekam dan pada waktunya yang tepat nanti akan membakar sekam itu, membakar semangat pencapaian kesenangan hidup tentunya bersama keluargaku tercinta.
Kalau banyak pemuda bahkan orangtua berkata, umur 24 itu waktunya untuk bersenang-senang menimba karir sambil menunggu kesiapan mental untuk menikah, aku malah berpikiran lain. Menikah dan bersiap-siap.
Bingung pilih WP atau Blogspot ya
Sudah lama tidak menorehkan tulisan di blog ini ya…
Sejak berpindah ke lain hati di blogspot.
Tapi sejujurnya ada perasaan ingin kembali ke WP setelah ada beberapa resposns yang masuk, entah itu koment, ataupun dengan adanya teman yang baru follow ini blog (mbak nur najma yang terakhir
)
Nah, adakah yang punya saran atau usul enaknya pakai WordPress atau blogspot?
Tolong masukannya ya..
Ayo Persiapkan Mahar Mulai Dari Sekarang
Bismillah,
Tulisan ini saya persembahkan untuk kawan, saudara dan sahabat saya agar segera merencanakan pernikahan sedini mungkin.
Agak konfrontatif ya dengan kata “sedini mungkin”? ini bukan ajakan untuk menikah dini ala pasangan Sahrul Gunawan dan Agnes monika yang menikah tanpa rencana dalam sinetron “Pernikahan Dini”. Tapi lebih pada perencanaan financial agar tidak menunda pernikahan karena alasan belum ada biaya.
Nah pada pembahasan saya kali ini, akan mencoba membahas tentang persiapan dalam memenuhi MAHAR atau Mas Kawin.
Mahar / Mas Kawin sejatinya adalah hak dari kaum wanita untuk dimintakan ke pada para Laki-laki. Karena hak, maka saya sarankan kepada wanita kalau meminta Mahar jangan dengan kata “terserah atau Tafadhol” ya, minta yang banyak sekalian aja. Eits..Tapi juga lihat-lihat calonnya ya, jangan sampai calon prianya lari karena permintaan yang berlebaian. Hehehe..
Buat laki-laki, kalau tahu bahwa Mahar itu adalah hak wanita dan boleh dimintakan seberapapun wanita mau, maka ayo mulai dari sekarang segera investasi/mengumpulkan sedikit demi sedikit mahar agar ketika di minta nanti kita sudah siap. Tidak nunggu-nunggu lagi uang cukup. Dan lagi pula masak kita mau ngasih calon istri kita mahar sekedarnya saja. Oleh karena itu ayo Investasi…
Berdasarkan pengalaman saya sendiri, investasi emas itu menyenangkan sekali. Apalagi kalau emas sudah di tangan. Soalnya seumur-umur belum pernah megang emas dan itu adalah punya sendiri. Hehehe. Berawal dari keinginan menikah itu ada, maka mulailah dipersiapkan modal nya. Yakni Mahar.
Mahar yang saya pilih adalah Emas. Bukan Emas perhiasan (cincin, gelang atau kalung), bukan juga permata, tapi ini EMAS BATANGAN LM 24 Karat yang dikeluarkan PT. ANTAM TBK. Mungkin ada yang baru dengar, tapi ini Emas yang paling cair dan harganya yang paling standar menurut saya. Emas ini sangat mudah juga di dapat. Bisa di beli di toko emas dengan pembelian 1 gr, 2 gr, 5 gr, 10 gr, 25 gr, 50 gr sampai 1 kg Emas. Pembelian ini berupa emas fisik dan untuk emas fisik ini bisa di beli kalau sekarang mencapai Rp. 560.000 per gram emas Fisik (cek di logammulia.com).
Nah pada kesempatan ini saya ingin cerita bagaimana cara menabung emas agar lebih terjangkau dan dengan cara yang relative mudah dan simple. Yakni menabung nilai Emas secara Online, dan apabila di butuhkan baru bisa di cetak secara menjadi fisik logam dengan tambahan biaya ongkos Cetak.
Tempat menabung emas saya dulu waktu merencanakan Mahar adalah di emas24karat.com. Disana ada 3 sistem yang dipakai. Read more…
Twitter: Menghitung Yuk! Financial untuk Pra and Pasca Kehamilan (by @mrshananto on #FinClic)
Pertama-tama saya ucapkan selamat kepada istri saya yang Insyaallah 7 bulan lagi mendapat predikat sebagai Ibu untuk pertama kalinya, begitu juga saya juga akan jadi Ayah pertama kalinya. Selamat juga buat calon orang tua yang sedang menantikan kelahiran sang anak. Semoga anak yang lahir nanti akan menjadi anak yang sholeh atau sholehah yang mampu mebangggakan kita, Negara dan Agamanya. Amin.
Dibalik kesenangan itu, ada hal yang perlu juga dipersiapkan orang tua, terutama mengatur arus cashflow rumah tangganya. Penting lho ini, karena jika tidak kita atur denganbaik, maka akan jadi Boomerang kedepannya.
Oke, berikut ini akan saya cuplikan edisi #finclic di Twitter yang di bawakan oleh @mrshananto hari senin 26 september kemarin.
Silakan membaca. By @aditcah
Apa aja yg disiapin u menanti kelahiran bayi ? #FinClic Read more…







Terimasih Komentarnya